Senin, 27 Desember 2021

Tentang Malam dan Pertemuan dengan Diri Sendiri

Malam jadi pilihan beberapa orang untuk bertemu dengan dirinya sendiri. Bercerita tentang apa yang terjadi hari ini, tentang apa yang dirasakan hari ini. 

Kegelapan malam jadi pilihan yang tepat untuk berdiskusi dengan diri sendiri ketika terangnya siang sudah membuat diri merasa lelah karena kepura-puraan yang dilakukan.

Malam jadi waktu yang intim ketika hanya ada diri sendiri di kegelapan. 

Pikiran menjadi bebas berkeliaran kemana pun ia mau pergi. Ini adalah waktu yang tepat untuk mata melepaskan apa yang sedari tadi sudah ditahannya, hati merelakan apa yang mengganjalnya, dan pikiran menuangkan apa yang sedari tadi ingin meluap.

Gelapnya malam sering membawa kita pada situasi sentimentil. Perlahan, hal-hal yang sebenarnya tak perlu dikhawatirkan muncul secara tiba-tiba di antara kesunyian malam.

Air mata jadi bukti nyata bagaimana diri menahannya sedari tadi agar siang tak mampu menampakkan kesedihannya.

Namun, tak melulu tentang kesedihan. Malam pun banyak menyimpan cerita bahagia.

Malam jadi pilihan untuk mereka yang tak berani membuka topengnya di depan banyak orang untuk  menunjukkan wajah aslinya. 

Hening dan kesunyian malam jadi panggung hiburan. Bersandiwara menjalankan lakon khayalan seakan tak ada beban yang sedang dipikul.

Gelapnya malam membawa kenyamanan bagi sebagian orang. Ketika tidak ada tanggungjawab menjadi badut untuk orang lain. 

Biarlah malam menyimpan semuanya dalam kesunyian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar